A Wife Confession: Things That I Hide From My Husband

On the day we tied the knot, Tuan Suami and I has promised not to keep secret between us. Sepertinya lagu suci “Jangan Ada Dusta Diantara Kita” sedang berkumandang di kepala kami atau kami sedang mabuk oleh hidangan pernikahan atau janji itu merupakan ucapan standar pernikahan dari penghulu sehingga kami membeo mengikuti kata-kata penghulu dan pada akhir hari kami berdua telah mengikatkan diri pada janji tersebut.

Esok harinya saya menyesali telah membuat janji yang saya yakin tidak akan dapat selalu saya tepati. Tentunya saya tidak menceritakan penyesalan saya tersebut kepada Tuan Suami. Terbukti kan, di hari kedua saya sudah melanggar janji tersebut.

Ternyata mememegang janji untuk tidak menyimpan rahasia tersebut sungguh tidak mudah. Ya, teori para pakar perkawinan adalah fondasi suatu perkawinan yang sukses adalah kejujuran dan keterbukaan di antara pasangan.

Tapi bukankah adakalanya kejujuran bisa menyakitkan? Contohnya, apakah saya akan tega bilang ke Tuan Suami bahwa potongan rambutnya membuat dia terlihat seperti Stan di Film Minions ketika dia dengan bangganya bercerita penemuan tukang cukur rambut barunya yang bagus dan murah menurut dirinya? Lebih baik saya simpan sendiri pendapat ini bukan?

This is not intended to glorify lies between spouses or to push infidelity, but do you agree that there are things we better keep it to ourselves in order to avoid unnecessary dramas?

Untuk hal-hal besar dalam suatu hubungan tentunya saya selalu terbuka, misalnya di saat Tuan Suami menanyakan bagaimana “permainan ranjang” malam kemarin pasti akan saya jawab dengan jujur apakah saya puas atau tidak puas. Untuk yang satu ini saya tidak akan berbohong dong, daripada seumur pernikahan saya menderita. Tapi di luar itu, tentunya saya mengakui bahwa ada beberapa hal yang saya merahasiakan dari Tuan Suami, yaitu:

  1. Saya Tidak Suka Potongan Rambutnya

Suami saya bukan Rio Dewanto. Titik. Dia orang biasa dengan badan tanpa “Six-Pack” di perutnya, laki-laki rata-rata. Dengan anatomi kepalanya yang sangat tidak cocok untuk dihiasi oleh potongan crew-cut-nya Tom Cruise, maka potongan rambutnya dari kecil sampai umur ke-36 ini sama tidak berubah. Salah memilih tukang cukur, bisa menjadi tragedi sebulan ke depan. Untungnya Tuhan Maha Adil, rambut Tuan Suami itu cepat panjang.

Di luar itu, Tuan Suami adalah the nicest person I had ever known. Saya menikah bukan karena rambutnya, tapi karena his personality. Untuk itu, hal-hal yang sebenarnya tidak penting untuk dipermasalahkan, I thought that I don’t need to make a fuss of it, right?

2. Saya Keranjingan Belanja di Online Shop Ketika Suami Dinas Luar Kota

Tuan Suami saya bekerja yang mengharuskan dirinya melakukan perjalanan dinas luar kota bahkan luar pulau berminggu-minggu. Mungkin di kala para istri sedih ditinggal tugas oleh suami mereka, ada saatnya “Surat Tugas Dinas” Tuan Suami sangat saya nantikan. Kenapa? Karena saat Tuan Suami sedang berdinas, saat itulah saya bebas menerima paket kiriman hasil belanja di Online Shop.

'£800. How can you hide this from your husband?'

‘£800. How can you hide this from your husband?’

Anda pikir buat apa saya memelihara akun LINE? Tentunya Anda tahu bahwa para “Sis-Sis” di dunia maya hanya bisa dihubungi dengan LINE tentunya. Kenapa saya memilih momentum dinas luar kota untuk belanja? Karena modus operandi saya adalah begitu paket datang, terutama hasil belanja baju, langsung saya cuci dan langsung saya masukkan ke lemari pakaian. Tuan Suami bukan orang yang sangat detil, sehingga dirinya tidak pernah menyadari ada barang baru di rumah.

Tapi gara-gara hobi yang satu ini, saya hampir ketahuan. Saya melakukan perjanjian cicilan tas Kate Spade ke teman saya untuk 3 kali cicilan. Lalu di cicilan pertama, saya harus melakukan operasi pengambilan mioma di rahim. Pada saat itu saya sempat terpikir bagaimana saya meninggal di meja operasi lalu tiba-tiba teman saya menagih pelunasan tas dimaksud ke Tuan Suami. Karena saya takut Tuan Suami akan marah jika mengetahui harga tas tersebut maka sebelum operasi saya langsung melunasi cicilan saya. Sejak itu saya tidak mau melakukan pencicilan pemberian barang lagi, hanya karena takut ketahuan Tuan Suami dan mau tidak mau saya belajar untuk bijak dalam berbelanja.

3. Sewaktu ABG Nama Saya Adalah Mrs. DiCaprio

Di masa ABG saya tergila-gila dengan Leonardo DiCaprio sejak dia muncul di serial komedi Growing Pains. Ada kalanya ketika tidak ada pekerjaan di kelas, saya suka menorehkan nama saya dengan akhiran nama keluarga DiCaprio, lalu menuliskan nama-nama calon anak-anak kami dengan Leonardo DiCaprio. Sepertinya jika saya beritahu Tuan Suami mengenai hal ini, pastinya saya akan menjadi bahan olokannya.

Sama halnya mengenai hubungan-tidak-jelas-dengan-teman-lelaki atau cinta monyet zaman ABG. Contohnya dulu saya punya teman main laki-laki, dalam hal ini kami tidak ada hubungan apa-apa, kecuali pertemanan. Teman laki-laki tersebut di saat SMA pernah memberikan kaos Konser Bon Jovi karena dia tahu saya sangat mengidolakan Bon Jovi tapi tidak punya uang untuk nonton konsernya. Long story short, setelah sekian lama putus kontak, ternyata teman main saya itu adalah kerabat jauh Tuan Suami (dan saya baru mengetahuinya setelah anak kedua saya lahir di acara keluarga Tuan Suami). Menurut Anda, apakah saya masih perlu memberitahukan Tuan Suami jika kaos Bon Jovi yng sekarang saya berikan kepadanya adalah pemberian teman laki saya yang masih kerabatnya itu? Itu hanya masa lalu, dan masa lalu tidak perlu menjadi kerikil di masa depan.

Kecuali Anda perlu sekali untuk membual. Salah satu kenalan terkenal suka bragging dengan membandingkan dengan bangganya suaminya tidak ada apa-apanya dibandingkan salah satu mantan pacarnya yang dealer mobil. Percayalah, selain she had put her marriage on the rocks, saya pun mempertanyakan kenapa her so-called-ex tidak pernah menghubungi dirinya bila memang dirinya sebegitu berharganya. Cuma cerita masa lalu yang tidak berharga bukan?

4. Louis Vuitton Never Hold Summer Sale and My Haircut Cost Ten Times His Barber Service

Tentunya tidak semua hasil belanja saya dapat saya rahasiakan dari Tuan Suami, terutama koleksi tas saya terlalu kentara untuk disembunyikan. Apalagi sejak Tuan Suami mengetahui saya punya tas lipat yang saya simpan dalam tas untuk melindungi kulit tas-tas saya ketika digunakan dalam keadaan darurat misalnya hujan lebat.

Ketika saya pulang dengan menenteng tas belanjaan, pasti Tuan Suami mengeluarkan “tatapan-istri-saya-belanja-mahal-lagi”-nya itu. Untuk mengurangi rasa bersalah saya, maka tanpa ditanya saya akan bercerita bahwa flagship store yang saya kunjungi sedang mengadakan Summer Sale gila-gilaan dan memberikan diskon 70% untuk semua barang. And he believed it.

Hal lain yang selalu saya lakukan adalah saya selalu meminta kasir untuk mencopot price tag dari setiap baju yang saya beli. Saya takut jika tiba-tiba Tuan Suami melakukan inspeksi barang belanjaan.

Sampai sekarang saya tidak pernah memberitahu harga perawatan rambut saya, atau biaya yang saya keluarkan untuk melakukan waxing tanpa sakit itu. Laki-laki tidak pernah tahu kalau beauty is pain, maksudnya sakitnya di dompet. Mereka tidak perlu mengetahuinya, biarkan menjadi rahasia antara saya, Tuhan dan Haris-si-Ahli-Warna-Rambut.

Yang terpenting adalah hasilnya, Tuan Suami senang melihat istrinya cantik, ya tidak?

5. Buku Tabungan Saya Yang Sudah Menipis dan Jumlah Gaji Saya Sesungguhnya

Tuan Suami tidak pernah sama sekali menanyakan gaji saya dan sisa tabungan saya. Harta saya adalah harta saya menurut dirinya. Namun di suatu hari di masa lalu, saya berkeinginan untuk terbuka kepada dirinya dan mengatakan jumlah gaji bulanan yang saya terima. Lalu Tuan Suami menanyakan jumlah tabungan saya dan emas yang saya miliki yang dimana jumlahnya tidak sefantatis jumlah gaji saya. Tahukah Anda apa komentar Tuan Suami?

“Kalau gue jadi lo, gue sudah beli rumah ini tunai.”

Hahaha. Sejak itu saya tidak pernah memberitahukan apapun yang bersifat finansial kepada dirinya. Ya, saya tahu saya boros menurut dirinya dan bertolak belakang dengan Tuan Suami yang sangat perhitungan (maklum suami saya adalah lulusan manajemen dan ekonomi makro yang bekerja sebagai auditor dan pernah kursus financial planning). Tapi saya mau berubah kok, hanya saya malas kalau diinterogasi seperti kriminal. Sedikit demi sedikit saya belajar tentang manajemen keuangan, mungkin masih jauh dengan harapan Tuan Suami, but at least I am trying. Tapi siapa yang tidak sebal kalau diberikan ceramah keuangan tiap selesai belanja. Demi ketenangan batin kami berdua maka lebih baik hal seperti ini tidak perlu saya ungkapkan.

Tapi jangan ditiru ya, karena dengan akal sehat saya, saya dapat mengatakan bahwa sebagai pasangan suami istri financial openness adalah masalah yang penting.

Itulah hal-hal yang menurut saya kecil (kecuali masalah keuangan ya) yang saya sembunyikan dari suami saya, hanya demi ketenangan batin dan menjaga ketentraman rumah tangga.

To be honest I do not believe that there are couples who do not have any secrets between them, so tell me what is the secret that you saved from your husband.–TY-

xoxo,

Mrs. Always Right

Advertisements

8 comments

  1. Memaksa suami untuk beli barang yang dia incer, karena gue juga lagi ngincer suatu barang 😀

    Like

    1. I do believe too in sharing is caring, and just because you care for him do you have to share the same guilt with him, right? Hihihi.
      Thank you Dear for sharing with me.

      Liked by 1 person

  2. Hauhauauahuaa, the moment that you said LV had a summer sale and he believed it!

    Like

    1. Actually he did believe that crap so much dan telah membuat saya merasa bersalah pada saat saya cerita sedang berada di LV Store di Paris (for business trip) di telpon, Tuan Husband langsung meminta saya untuk membeli satu buah tas atas beban biaya dia. He was so adorable tapi saya menjadi tidak tega, and I told him: kamu tahu harganya? Hahahaha…

      Like

  3. sofietaslim · · Reply

    klo berhub.dgn sist2 olshop maka hrs kukeluarkan jurus alamat kantor utk pengirimannya, maka kolong meja kantor adalah bukit dan gunung harta karun yg harus diobrak abrik utk pelan2 secara berkala dibawa pulang hehee

    Like

    1. That is a brilliant idea! Sepertinya akan saya coba mengingat anak-anak saya sudah diminta memantau paket kiriman ibunya oleh Tuan Suami. Thank you Dear Sofie for sharing your secret 😘.

      Like

  4. When I got a good deal, I’ll boast it up. So next time he saw new stuff around, ….you know what pops in his mind 😄😄

    Like

    1. I think it just like Rhonda Byrne’s law of attraction, with non stop believing and resulting to a view-changing life hahaha.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: