Monthly Archives: October 2015

The Faster, The Better (?)

Waktu zaman kuliah dulu, saya suka mencuri baca buku-buku roman picisan koleksi kakak saya seperti Mills and Boon atau Harlequin. Saya rasa banyak perempuan menyukai tipe cerita seperti ini, ya. Kisahnya romantis (cewek ketemu cowok yang cuek, memiliki hubungan yang buruk kemudian berubah jadi kisah cinta super romantis dan β€˜panas’) dan dibumbui oleh banyak penceritaan […]

I Didn’t Say “I Do” for…

Dalam pernikahan, pasti ada janji yang diucapkan. Berhubung dalam keyakinan saya tidak diharuskan untuk mengucap marriage vow, maka tidak ada momen di mana saya dan suami masing-masing ditanya, “Do you take this man/woman as a a lifelong companion, and promise to love him/her from this day forward, for better and worse, for richer and poorer, […]

Ada Suami vs Nggak Ada Suami

Mamah-mamah chat group sepakat, bahwa sebenarnya saat ada suami itu lebih rempong ketimbang saat mereka nggak ada. Don’t take me wrong, ada suami jelas enak. Ada yang angkatin galon, ada tandem neriakin suruh anak tidur atau bangunin tidur, dan terutama ada yang mijetin sampai kita ketiduran *nyemm*. Tapi coba, deh, perhatikan pas pak suami dinas […]

Why You Trust Me That Much?

Kadang saya merasa bingung. Apakah harus senang atau kesal? Apakah harus marah atau berterima kasih? Karena pak suami ini ternyata orang yang sangat percaya istrinya. Loh, punya suami yang memberikan kepercayaan sepenuhnya, kok, malah merasa bingung?