Why You Trust Me That Much?

Kadang saya merasa bingung. Apakah harus senang atau kesal? Apakah harus marah atau berterima kasih? Karena pak suami ini ternyata orang yang sangat percaya istrinya.

Loh, punya suami yang memberikan kepercayaan sepenuhnya, kok, malah merasa bingung?

So, I think I am diving into “separation anxiety” ocean. This anxiety hunts me down! Saya merasa gelisah setelah mengambil keputusan bekerja kembali. Walau pekerjaan yang saya ambil ini tidak menuntut kehadiran harian 9-to-5 seperti pekerjaan pada umumnya, namun tetap saja rasa bersalah menghantui saya.

Sebagai penyiar radio, saya ‘hanya’ bertanggung jawab untuk datang ke studio saat siaran. Sebagai anak baru di kantor, sejauh ini saya baru mendapat jadwal saat akhir pekan, yaitu Sabtu dan Minggu selama 9 jam. Tapi sebagai ‘anak lama’ radio, saya mendapatkan kepercayaan untuk menjadi produser Primary Show radio ini setiap hari Jumat malam. Di satu sisi, saya senang sekali, karena langsung mendapatkan kepercayaan untuk menghandle ini dan itu tanpa perlu orientasi. Saya merasakan adrenaline rush setiap kali masuk studio dan bermain dengan mixer dan mic. Saya merasa bahagia saat mulai menyusun rundown, script, gimmick, hingga eksekusi acara prime time yang selalu diadakan di luar studio.keepcalm

Gambar dari sini

Tapi di sisi lain, saya merasa bersalah. Saya harus meninggalkan balita yang baru mau berumur 4 tahun bersama ibu saya di rumah, setelah selama ini ia selalu bersama saya. Rasanya aneh. Aneh karena ternyata saya senang punya waktu untuk diri sendiri, sekaligus karena saya juga kesal mengapa saya mengambil keputusan untuk bekerja di radio lagi.

Lalu apa hubungannya dengan suami yang percaya sama istrinya?

Jelas, saya tidak mau menyalahkan diri saya sendiri seutuhnya. I need someone to blame, and “the award” goes to my husband. Saya kesal, deh, kenapa suami menyerahkan keputusan ini 100% kepada saya. Katanya, “Saya pasti tahu yang terbaik untuk diri saya, dan yang pasti saya maunya kamu senang. Kalau kembali siaran bisa bikin kamu senang, why not?”

Coba suami saya ini dengan tegas bilang “Nggak usah siaran lagi. Nanti saja kalau baby M sudah SD!” Paling saya cuma sedih 2-3 hari, habis gitu balik lagi seperti biasa. Tapi, ‘kan nggak begitu, karena suami saya percaya sama keputusan yang saya ambil. Suami nggak mau istrinya sedih. Walau suami saya menegaskan berulang kali, “Jangan ambil keputusan yang bikin kamu bersusah hati!” – Mind his words, but yes, he used ‘bersusah hati.’

Jadi hingga tulisan ini saya buat, saya masih menggerutu dalam hati bilang “Hih! Kenapa, sih, nggak mau larang saya? Daripada saya susah hati!” Well, saya tahu, sih, harusnya saya fokus pada keputusan saya, bukannya menyalahkan suami karena percaya pada istrinya. Anyway, what about you, ladies? Maunya punya pasangan yang punya aturan tegas atau yang percaya sepenuhnya untuk keputusan apapun? (SRG)

Advertisements

4 comments

  1. I feel you! Pak Suami gue memberikan dukungan terhadap karir gue sampai 200% yang dimana he trust me to make my own career decission meski implikasinya akan ke keluarga juga. Kadang gue pengen dia kasih batasan atau larangan, bukan karena gue butuh ya tapi gue kadang pun kalau galau di antara dua pilihan berat pengennya dia yang mikir buat gue hahahaha *malas mikir*.

    Like

  2. I feel you!
    Kalo suami di sini lebih ke “terserah kamu” kan jadi bingung kalo ternyata keputusan gue salah, gue harus menyalahkan siapa? #perempuan nggak pernah salah :)))

    Like

  3. kirana21 · · Reply

    Berarti cari suami yg kayak jokowi! Buat disalah2in teruuss hahahahaa

    Like

  4. Akuuu perlu ditegaskan. Karena sebetulnya suka ragu dalam hati, dan suami yang menegaskan, bukan menyerahkan keputusan ke aku yang bakal tambah bingung 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: