Pernikahan Realistis

Zaman belum menikah dulu saya sering mengamati kehidupan pernikahan orang lain. Apalagi yang happy-happy, ih kok rasanya menikah itu menyenangkan sekali ya? Kaya main rumah-rumahan!

images (26)

*Gambar dari expertbeacon.com

Pasangan KD- Anang.

Siapa sih yang nggak suka melihat mereka berdua? Duet lagu cinta, “Cintailah diriku untuk selamanyaaa..” video klipnya juga lucu-lucu romantis banget di zamannya. Belum lagi di berbagai media yang saya baca, kisah cinta mereka berliku dan bukan cinta yang instan. Panggilan Pipi Mimi pun jadi trademark pasangan ini.

Kalau sebelum menikah status mereka sebagai artis itu biasa saja, maka setelah menikah, boom! Mereka hits banget! Bahkan KD jadi artis pertama di Indonesia yang punya acara TV sendiri. Sah dong, kalau disebut diva?

Pasangan Tamara Bleszinsky- Teuku Rafly

Tamara ini menurut gue memberikan patokan baru sosok perempuan cantik di Indonesia; bule, tinggi, kece berat, ramah, jago acting. Tamara juga salah satu bintang iklan sabun mandi yang digadang-gadangkan bayarannya termahal (saat itu).

Dapat pasangan Rafly, yang masyaallah gantengnya, muka adem, kalem dan bukan berprofesi artis. Pria idaman! Langsung deh mengira-ngira, kalau punya anak bakal cakepnya kaya apa yaaa….

Beberapa tahun kemudian, saya kerja di media di mana sering dapat bocoran informasi mengenai kehidupan asli para selebriti. Ada yang Sang Suami selalu tampil tanpa cacat cela ala Suami Siaga padahal sering gangguin beberapa aktris pendatang baru, ada juga yang bersikap mesra di depan kamera padahal di rumah sudah pisah ranjang sekian tahun. Bahkan ada juga yang pasangan sempurna, ternyata lakinya doyan yang ganteng juga. Nah lho! Lalu saat itu, peristiwa kawin cerai jadi sering banget saya temui.*duh, nggak tahan nih jadinya pengin bagi gosip*

Sampai akhirnya, saya sempat bilang “Kalau sampe KD-Anang dan Tamara- Rafly cerai, udah deh, gue nggak percaya lagi sama pernikahan!”. Eh, cerai dong, mereka. Zz..

Di mata saya, pernikahan kedua pasangan ini perfect. Saling melengkapi. Sampe suka mikir kalau berantem, mereka ributin masalah apa ya?

Ketika sudah menikah, saya baru tau bahwa pernikahan bukanlah hal yang mudah dijalani.

images (25)Jujur deh, saya suka stalking akun atau blog beberapa orang yang rajin mengunggah foto mesra dengan pasangan atau bercerita mengenai pasangannya. Ih, suka iri. Ngebatin aja gitu, kehidupan asli mereka pernah berantem nggak ya?

Kalau lihat selebgram posting foto OOTD yang berlebihan bajunya, suka ngebatin, suaminya pernah marah nggak ya gara-gara gaya baju dia yang lebay seperti suami saya kalau saya upload OOTD suka komen di rumah, “Itu celananya terlalu ketat/ tipis/ modelnya aneh/ dsb/dkk” yang kadang berujung pada.. saya ngambek.

Kalau lihat teman yang upload foto di mobil sama suami, suka ngebatin, suaminya bête nggak ya lagi macet-macet nyetir malah diajak selfie? Apalagi kalau kita nih (apa saya aja?) selfie itu nggak mungkin sekali dong, kan penginnya walaupun menunjukkan muka (yang dibikin) jelek teteub kece.

 

Atau kalau baca blog seseorang yang suaminya ikut menulis di blognya, jadi suka bertanya-tanya, suaminya mau beneran atau dipaksa ya? Dan kalau nulis hal detail tentang kehidupan pernikahan mereka, suaminya murka nggak sih?

Banyak deh pertanyaan yang terlintas mengenai kehidupan pernikahan seseorang yang saya hanya saksikan di media sosial.

Sampai suatu hari saya memancing pembicaraan ke beberapa teman mengenai suami yang pernah marah pada saya tentang suatu hal. Teman yang di mata saya kehidupan pernikahannya mulus-mulus saja ternyata tidak semulus itu. Teman yang lain juga mengamini dengan bercerita hal yang serupa. Malah ada yang lebih parah dibandingkan keluhan saya tentang kemarahan suami.

Wah, saya jadi sadar bahwa yang namanya pernikahan memang nyaris tak ada yang sesempurna kisah Cinta Fitri (Padahal kehidupan pernikahan Fitri dan Farrel aja penuh dengan gejolak ya –ketauan banget doyan nonton sinetron). Setiap pernikahan pasti ada masalahnya. Besar, kecil, semuanya kita yang tau.

Kemudian saya sadar, pernikahan itu harus realistis. Bukan dramatis di mana Sang Suami rela berkorban menembus hujan badai untuk antar jemput istri ke kantor padahal kondisinya nggak memungkinkan. Bukan dramatis di mana Sang Suami memberikan setangkai bunga atau segenggam berlian di setiap hari jadi mereka. Bukan dramatis di mana Sang Istri selalu menyimpan catatan penuh cinta di laptop atau tas kerja suami (di dalam kasus saya rada susah nih, secara tas yang dibawa suami saya sehari-hari hanya tas pinggang, itu pun kalau nggak ditinggal di kantor. LOL).

Pernikahan harus realistis. Nggak perlu banyak contoh deh. Realistis bahwa semua hal di muka bumi ini nggak bisa sesuai dengan yang kita inginkan. Itu aja.

Bagaimana menurut Anda?

Advertisements

3 comments

  1. Kisah Fitri Farrel kayaknya lbh dramak deh drpd idup gw. Ogah lah gw menjadikan mereka sbage idola…. #dibahas #baper Wkwkwkw…. Klo yg ttg males diajak selfie di mobil, oh itu suami saya banget. Jd pose selfie kami isinya mulai dr Suami uyel2 pala istri, suami mukanya dijelekin dgn sengaja (& jadinya emg jelek asli, hahaha), suami pura2 tidur (di lampu merah), dll.

    Like

  2. Terkadang untuk yang belum menikah emang selalu melihat sisi romantisnya aja sih dari pernikahan bukan sisi realistisnya, hee

    Like

  3. exactly mba !!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: