I Am Not Sorry I Quit

To leave or to stay at your job is some big decision. And because it is that big, people should not mock everything you decide for your own self. No mockery for all women in the world with their own choices, please!

sorry-not-sorry

Gambar dari sini

Tiga bulan lalu, saya mendapat kesempatan untuk kembali mengudara. Rasa rindu ke mixer dan mic sudah sangat membuncah. It’s been 5 years, and I missed broadcasting too much. Tiga bulan kemudian saya memilih untuk mengundurkan diri dan kembali memilih untuk berada di rumah. Well, to be at home doesn’t mean I can not do anything, right? Here are my top 5 reasons why I feel no sorry for quitting my dream job.

#1. I am not sorry I quit because it’s my right. I made no apologies for what I chose, no? To work or not is our own prerogative. People should not interfere with it. Keputusan berhenti bekerja ini bukan semata diambil secara emosional karena satu dan lain hal. Sama dengan keputusan bagi orang (man or woman – same thing applies) yang memutuskan untuk bekerja, keputusan berhenti juga pasti diambil dengan segala pertimbangan. Dan karena sekarang sudah banyak sekali financial planner yang menebarkan berbagai kiat dan fakta soal keuangan, jadi pastinya ada persiapan yang dilakukan ketika akan berhenti bekerja.

#2. I am not sorry I quit because I can spend more time with my kid. Ada yang salah tidak dengan kalimat tersebut? Tidak, dong. Sama dengan ibu bekerja yang bilang “Anak bisa jadi lebih mandiri dan yang penting quality time.” There’s no need to compare this stated quality time whatsoever. Because I am 98% (I left the 2% for God’s will) sure, people have their own reason – since each of us can think with our own brain. 

#3. I am not sorry I quit because I can challenge myself more. Rutinitas bekerja terkadang terasa membosankan sehingga akhirnya kita memutuskan untuk mencari tantangan baru. Sama juga dengan ibu yang memutuskan untuk berhenti. Rasa bosan jelas akan lebih sering terasa kalau tidak ada ‘tantangan’ dalam hidup sehari-hari. Dengan tidak terikat jam kantor, ada banyak sekali hal yang bisa dilakukan. Misal, mengambil kursus menjahit semasa anak sedang sekolah. Bukan tiba-tiba buka usaha butik, sih. Menambah skill dalam hidup itu penting. Bisa juga ikut les berenang bareng anak karena selama ini tidak bisa berenang, atau semudah mencoba masak via YouTube tutorial. Di rumah, bukan berarti tidak bisa berkarya. Bukan berarti tidak bisa mengeksplorasi diri. Bukan berarti tidak bisa mengaktualisasi diri.

#4. I am not sorry I quit and I don’t need to re-post those working mom nor stay at home mom memes. Karena tidak perlu, ‘kan? Sudah saya tulis dengan jelas: NO MOCKERY FOR ALL WOMEN AND THEIR CHOICES! Saya tidak setuju dengan pernyataan seorang ustadz yang mempertanyakan apakah sebutan ibu pantas untuk mereka yang menghabiskan waktu lebih banyak di luar rumah untuk bekerja. Saya juga tidak setuju dengan pernyataan yang bilang kalau ibu rumah tangga itu tidak berharga karena tidak memanfaatkan ilmu yang sudah ditimba semasa kuliah dan egois karena tidak mau membantu suami mencari penghasilan. No mockery. Period.

#5. I am not sorry I quit because… Wait, what’s wrong with quitting anyway? Nggak ada yang salah, kok, dengan berhenti dari rutinitas yang ada. Sama dengan yang memutuskan untuk bekerja dengan 1000 alasan, yang memutuskan untuk berhenti juga punya tempat untuk mengemukakan 1000 alasannya. Tanpa perlu diingatkan, tentu kami aware akan keberadaan akan guru, dokter, apoteker, teknisi, penjaga loket, hingga tukang sapu jalanan yang bekerja dan berjenis kelamin perempuan. Jadi tidak perlu juga diingatkan, kalau kami yang berhenti bekerja ini demi anak yang perlu ikut terapi okupasi karena hyperactive, harus merawat anak dengan menyentuh anak karena si kecil tuna rungu dan tuna wicara, atau harus di rumah karena ibu sudah sepuh dan perlu bantuan anak perempuan untuk menjaganya, atau sesimpel walau dua-duanya bekerja tetap belum dapat angka yang cukup untuk membayar pembantu atau babysitter atau iuran daycare, dan kebetulan tidak ada orang tua atau saudara yang bisa dititipkan anak kita.

d95359d581960fa5a3f1780796990f51

Gambar dari sini

Jadi begini, loh, intinya tidak perlu cari pembenaran. Ambil keputusannya, kompromi dengan konsekuensi. Because you live your life for your own self. Hidup bukan untuk mendapatkan apresiasi sejagad dunia nyata dan maya, ‘kan? Apalah artinya hidup kalau foto selfie nyengir bahagia padahal jauh di dasar hati ada rasa galau yang nggak enak. Tidak ada gunanya memprovokasi pilihan orang lain (yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan hidup kita).

Rencanakan hidup dengan baik. Jika memutuskan untuk tidak bekerja, pastikan instrumen pendukung sudah siap. Jaga hubungan baik dengan semua rekan agar jika nantinya mau kembali bekerja, tidak sulit mendapatkan referensi. Saya lupa nama beliau tapi ada seorang penyiar tahun 90-an, perempuan, memutuskan untuk berhenti bekerja, kemudian menulis buku. Beliau kembali bekerja setelah anaknya yang paling kecil berusia 17 tahun. Menjadi konsultan penyiaran. See? Nggak ada yang nggak mungkin, kok. Asal legowo dalam mengambil keputusan beserta konsekuensinya.

And of course, as Mrs. Always Right, I made no sorry for everyone’s opinion. I don’t live to make you happy. I do live to make me, myself, and my family happy. As people say, “Happy Mother, Happy Kid.” 😉

Whatever it takes, we are all awesome women slash mothers of our own version! 

Advertisements

3 comments

  1. Hai..dapet link tulisan ini dari seorang teman and I couldn’t disagree with the content.
    Salam kenal yaaaa 😉

    Like

  2. i quit my job anyway too, mba. Ga ada yang salah dengan pilihan yang kita buat. Semua ada konsekwensinya yang hobi mocking mungkin kurang piknik atau deep inside they feel insecure sm idup mereka. hehehehe

    Liked by 1 person

    1. Sepertinya sih emg krn insecurity issue 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: