Porn Saved My (Sex) Life

Di tengah rutinnya salah satu (atau lebih?) motivator parenting mengambinghitamkan pornografi sebagai penyebab morat-maritnya akhlak remaja generasi gadget, I find porn quite handy to help switching things on when it wasn’tIn ten minutes.

Halah, nggak usah pake pasang muka pura-pura kaget gitu, deh. Let’s just go back to our teen years and start counting how many of our circle who never – even once – been exposed to any form of pornAs to my circle, noneBe it movies, short movies ato yang biasa dibilang 3gp, gambar, cerpen, atau novel, salah satu pasti pernah exposed toBut yet, none of those people I know becomes hideous pervert, porn addict, or whatever they name it, yang disebut-sebut para motivator parenting. Mereka sekarang happy parents, just like you and me.

Anyway, consider yourself lucky when your nighttime routine has not changed even after 10 years, or a new baby, or a bunch of kids. Well, most of us aren’t that lucky. Sudah bagus kalau bisa rutin kentjan atau malah check-in satu-dua malam. Itu berarti… Anda punya support system yang bisa dititipin anak. Suatu bentuk kemewahan juga, lho, yang seperti ini.

Atau mungkin Anda bisa mengalokasikan waktu, tempat, dan properti yang privat tanpa harus check-in (karena check-in ‘kan bayar, ya, mak 😀 #ibubijak) untuk ‘main-main’ selama dua-tiga jam dengan printilan atau kostum yang ‘lucu.’ Nggak semua juga bisa begini, kan? Apalagi pasangan yang keduanya kerja kantoran. Mungkin saja si istri besoknya presentasi, lain waktu suaminya mesti sudah stand by di kantor sejak pagi.

This is where porn came in, daaann, ini juga sebabnya kenapa buku “Fifty Shades of Grey” got its gloryBecause it brings the fire back like it was your first week sleeping with your lover. Memang nggak semua orang bisa akrab dengan buku. Not everyone can be triggered by text. But… most women doSame thing like most men prefer watching porn through movies or pictures than reading them.

fifty-shades-of-grey

Perempuan malah nggak terlalu senang media film. Banyak yang bilang geuleuh. Bisa jadi karena film terlihat terlalu nyata, padahal perempuan lebih suka ‘mengunci’ seks dalam fantasi. Making it real needs a further step. Banyak yang ngegrundel ‘kan waktu si buku jadi film. Bukannya makin dapet gregetnya, malah bikin off.

Tapi, kadang film bisa menyuguhkan ide-ide baru. Misalnya role-playing, atau beberapa posisi baru yang kayaknya susah kalau cuma baca deskripsinya di buku. Lewat film akan lebih jelas kalau mau dicoba-coba. Cuma, ya itu tadi, movies don’t bring as much ambiance in women’s mind as written texts. Paling-paling buat bahan belajar doang.

I knoooww akan banyak yang nggak setuju sama tulisan ini. But hey, when your sex life is at stake (dan bisa jadi menjalar ke perkawinan itu sendiri!), and things become a no-fun-version of “Frozen”some simple things are worth to try, aren’t they?

Jadi, ada yang punya rekomendasi link hot stories atau langganan online shop lingerie cosplay yang murmer (#tetepibubijak :D)? Siapa tau bisa buat plan New Year’s Eve yang beda 😉

Advertisements

9 comments

  1. well ive got the 3 of trilogy of grey and it really helped me as newlywed mba hahahaha

    Like

    1. keep it secured. you will need them more later in life mbak…hahahaha

      Like

  2. dhira rahman · · Reply

    Itulah kenapa (balik lagi) harlequin itu laris manis!
    Seriously ya, aku pernah ngajak ngobrol temen2 di sebuah WA group, sedih karena mereka :

    1. Gak menikmati
    2. Pengen cepet kelar
    3. Gak jawab

    Diajak sama suami sendiri gak mau, lah trus gimana?.. Padahal menurutku loh ya, kinky things like those bikin percikan menyala terus 😀

    I have lots of lingeries hahahahahaha dan juga alasan i do yoga, and work out.. I want to look outstanding on it

    Like

    1. huhuhuu…sedih yaa… been there done that juga sih tapi terus kepikiran lha kalo kita ga mau, terus ada yg mau sama suami… hiiiyyy amit2. buru2 cari cara biar nyambung deh maunya.

      iyaaa lingerie itu sungguh motivasi yaa hahahaha *bisik2, ada rekomen olsnya kah? :p

      Like

  3. Hai mba.. berkunjung yaa.. salam kenal *saliman*

    Lucu deh postingannya, tapi tentoe sadja aku manggut-manggut setuju..
    Oh dulu fanfic favorit aku adalah Master of Universe.. yang mana hooot banget (maklum masih kleper2 ama Edward Cullen ama Bella Swan, tapi di buku aselinya penasaran kok kurang hot).. dan begitu hotnya sampai fanfic ini dijadikan novel berjudul…

    FIfty Shades of Grey..

    Like

    1. oooo itu asal muasalnya 50 shades of greys kah? inspiring ato memang dari penulis yg sama?

      Liked by 1 person

      1. iyes itu asal muasalnya.. dari penulis yang sama kok, tapi swaktu di fanfic dia pakai nama pena yang berbeda.. plotnya pun (kayaknya ya) sama persis, cuma nama2nya aja yg diganti.. tp ttp aja yg kebayang edward bella hihihi..

        Like

      2. oooww gituu…baru tau hihi

        Liked by 1 person

  4. […] ada waktu suami mengajak saat kita lagi nggak mood, tapi mau menolak juga nggak enak. Here comes a dirty writing or a movie. Masih nggak mempan juga? Then remember this, “When in doubt, do WOT (Woman On […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: