Simple Sex Advice for Newlyweds (and Old-Timers)

Kali ini saya pengen bagi-bagi sedikit kiat – although these are no expert level advices. Tips ini terkumpul berdasarkan kebiasaan dan perjalanan selama hampir 10 tahun berumah-tangga *aaww, udah lama juga, yaa #malahsalahfokus. Promise it will be helpful, mostly for honeymooners :D.

The ultimate tip is: talk everything through with your DH. Nggak ada alasan untuk malu. Lah, yang perlu dimaluin aja udah dibuka lebar-lebar, kok, apalagi yang tersisa? Pastikan selera seks masing-masing sejalan. Kalau ada yang ingin mencoba sesuatu yang baru, bicarakan dulu. Diskusikan ketertarikan pasangan. Jangan pernah memaksa kalau salah satu kurang berminat atau kelihatan enggan. Walk slowly through.

MAR1

gambar dari sini

Kalau sudah sepakat mencoba gaya baru, bear in mind bahwa beberapa gaya nggak segampang yang terlihat di gambar atau video. Kelihatannya aja keren, tapi nyatanya perlu kebiasaan atau kemampuan fisik tertentu seperti kelenturan dan kekuatan tangan atau kaki. Karena itu, saat pertama kali mencoba, sebaiknya jangan saat terlanjur ‘hot.’ Bisa grusa-grusu dan berakhir terjungkal, keseleo atau minimal otot kram *ngilu. Pelajari dulu bareng-bareng dan step by step. Setidaknya kalau sudah tahu posisi yang enak, baru praktikkan sambil horny *wink.
NB: Jangan lupa nyetok koyo ato balsem, ya :p.

Now the main (inter)course. Forget what you see in movies that you can have sex anywhere. Yaa..bisa aja, siihh…asal siap bebersih :D. Paling enak kalau punya satu tempat atau spot yang dedicated so that you can prepare some little essential things within reach, misalnya:

  • tisu. Jangan sampai tisu jauh, kamar mandi juga jauh. Alamat ada yang dripping off sepanjang jalan ke kamar mandi atau ambil tisu.
  • a dedicated pad. Alas khusus untuk unexpected (well actually it was expected to) smears. Dibilang khusus karena jangan sampai berbagi fungsi buat urusan lain, ya…hahahaha. Bahannya sih nggak perlu khusus, kok. Handuk ato kain apa saja bisa, dan yang berwarna gelap lebih oke. Bagus lagi kalau motifnya rame jadi nggak terlalu kelihatan spots-nya.
  • pantyliner after you clean everything off. Meski sudah berselang beberapa menit, kadang kontraksi vagina (ini belum tentu terasa, lho) akan mengeluarkan lagi sisa sperma. Ketimbang ngotorin celana dalam mendingan alasin pantyliner dulu.

Sisa sperma nggak akan semuanya masuk. Nggak muat ..hahaha..apalagi ditambah cairan vagina. Akan lebih banyak yang keluar lagi dan terbuang. Inilah mengapa yang lagi program hamil sebaiknya nggak langsung bangun ke kamar mandi, dan bahkan direkomen untuk stay dulu sekitar 15 menit sambil diganjal bantal di daerah panggul supaya sperma tertahan di dalam.

Printilan di atas cuma perlu kalau lagi nggak pakai kondom, ya. Kalau pakai, sih, tinggal langsung cemplung tempat sampah.

Seks nggak selalu akan dilakukan dalam kondisi ideal. Mood terbentuk, fisik sehat, situasi mendukung, dan waktu yang leluasa. At some times we, women, just can’t control our body to respond accordingly. This is when lube comes in. Sebetulnya alat bantu lubrikasi ini nggak terlalu direkomen karena bikin tubuh jadi ‘manja’, nggak terpicu untuk memproduksi lubrikasi sendiri. Nah, terus gimana, dong? Here’s a hack. Do a blowjob before penetration. Air liur cukup membantu lubrikasi, tapi nggak terlalu banyak sehingga tubuh tetap harus menambah dari produksi sendiri. Yang penting nggak sampai terlalu seret, bahkan berasa buntu dan nggak nyaman.

Selain masalah lubrikasi, kadang karena buru-buru vagina belum cukup siap untuk penetrasi. Kalau dipaksa, yang ada bisa lecet dan perih. Untuk menghindari ini, saat foreplay lakukan penetrasi menggunakan jari. Satu jari dulu, kemudian dua atau tiga untuk bantu melebarkan mulut vagina. Psst, ini tetap membantu buat old-timers, lho.

Lubrikasi yang kurang, termasuk pas habis quickie, biasanya berimbas ke lecet ringan di mulut vagina. Waktu ML *aduh, bahasa saya!* bisa jadi nggak berasa. Tapi begitu selesai dan pipis di kamar mandi, perih dan panas di daerah situ kena urin yang hangat. Tadinya nggak tahu keluhan ini mesti diapain selain dipasrahin 😀 belakangan ketemu, ternyata urinating shower is the best soother. Semprotan cebok itu, lho. Paling nyaman kalau airnya dingin dan…..atur dulu semprotannya biar nggak kekencengan, ya…hahaha!

Kadang ada waktu suami mengajak saat kita lagi nggak mood, tapi mau menolak juga nggak enak. Here comes a dirty writing or a movie. Masih nggak mempan juga? Then remember this, “When in doubt, do WOT (Woman On Top). When not interested, do missionary.” Lupakan keharusan untuk orgasme. Kapan-kapan juga bisa. Yang penting sekarang cepet kelar cepet tidur karena besok […isi sendiri…].

Eh, iya, jangan lupa itu pegas atau engsel tempat tidur atau sofa rutin diminyaki, ya. Kalau berisik bikin nggak konsen, tau! Hahahaha…

Yang terakhir bonus, nih, dari Mrs. Always Right: gunakan kompres dari larutan aspirin atau parasetamol yang dihancurkan supaya bekas kecupan penuh semangat alias hickeys alias cupang (!)  cepet hilang. Siapa tahu lagi iseng, lupa kalau besok mesti presentasi atau ada rapat sama bos-bos.

Good luck!

Advertisements

4 comments

  1. maaaaaaan !!! postingan awesome buat gue yang lagi honeymooners. thx bang. btw tips ttg cupang, believe me. i’ll try !

    Like

    1. hihihi, you’re welcome and have fun yaa 😉

      Like

  2. tips tuk ngilangin cupang itu beneran????

    Caranya tuh obat dihancurin trus dikasih air, gitu???

    *seriusnanya

    Like

    1. hihi iyak betul. terus dikompresin gitu di daerahnya. good luck yaa 😉

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: