Suami Jujur VS Suami Pembohong (Dalam Keuangan)

Haruskah suami jujur dengan keadaan finansialnya kepada istrinya?

Kalau saya sebenarnya lebih suka dibohongi, karena sesungguhnya kejujuran itu menyakitkan.

Sebagai orang yang suka hidup dalam angan-angan dan mimpi, tidak bohong sebenarnya saya juga ingin hidup seperti Cinderella dalam istana megah. Sayangnya, Mr. Right bukan orang yang suka berbohong. Mr. Right sejak awal sudah memperingatkan bahwa dirinya “hanya pekerja biasa”, bukan konglomerat apalagi memiliki warisan bertriliunan.

Kalau mau hidup sama gue, ya lo harus hidup dengan standar hidup gue. Gue gak bisa beliin lo macam-macam.

Jleb. Sakitnya itu di sini, Ladies.

Jadi sedari awal dia sudah merusak ilusi gue akan kehadiran pangeran gagah dari kerajaan kaya raya antah berantah.

Meski pada kenyataannya saya juga tidak hidup susah-susah sekali, biasa saja, tidak berlebihan. Rumah alhamdulillah sudah menjadi atas nama sang istri. Kendaraan pun sudah ada. Secukupnya, dalam arti rumah cukup 1 saja, kendaraan cukup 1 saja.

Kemanakah penghasilannya pergi? Apakah dia menyembunyikan dari saya? Atau memang dia pelit seperti Paman Gober?

150224110813-griffin-monthly-budget-780x439

pic from money.cnn.com

Jangan salah, Mr. Right sudah lulus kursus financial planning. Semua bon belanja harus saya setor ke dirinya hanya untuk bahan analisa keuangan Mr. Right. Dia sudah punya planning ke depan sampai ke biaya kuliah anak-anak dan dana pensiun kami. Tabungan, investasi, reksadana bahkan hitung-hitungan sudah dia siapkan. Ibarat kata, saya sebenarnya tinggal ongkang-ongkang kaki punya FinPlan gratisan di rumah (karena itu sebenarnya saya menikah dengannya, supaya bisa mengurus harta hihihihi). Dengan kejujurannya maka berakhir dengan saya meringkuk di pojokan dan menyesal telah membeli 2 sepatu yang sama dengan warna yang berbeda hahaha.

Tapi kan tetap, ya tidak perlu sejujur itu dong, sekali-kali saya juga ingin dimanja dengan kebohongan hihihihi. Pernah sebenarnya saya mengajukan protes saya:

Lo sekali-kali bohong gitu sama gue kek. Minta liburan, lo bilang gak ada tabungan liburan. Minta tas lo bilang kemahalan. Tiap kali lo dinas atau gajian, lo kasih tahu gue, bikin gue gak tega minta ini-itu.

Mending lo bohongin gue saja, bilang kek lo kaya, tuh si X kayaknya biasa-biasa saja bisa bawa anak-istri jalan-jalan, beli kulkas baru atau makan di mall setiap minggu.

Lalu dijawab:

Gue bisa sih bohong, pura-pura banyak duit dan lo bisa belanja ini itu kan.

Tapi lo mau hidup susah sekarang atau mau hidup susah ketika sudah jompo?

Krik… krik… krik…

Di lain sisi, mungkin saya si pemboros ini perlu juga “tamparan di muka” supaya sadar bahwa saya harus rajin menabung karena hidup masih panjang dan butuh biaya. Saya akui bahwa gaya hidup Mr. Right yang membuat saya merasa aman dengan keadaan masa depan saya. Kejujuran dia yang membuat saya bisa menjejak bumi. Sakit tapi benar.

Pernah karena Mr. Right selalu menolak permintaan saya akan tas branded, suatu saat saya sedang dinas di Paris, saya menelpon Mr. Right bahwa saya sedang di Toko-Tas-Elvi-Suk4esih menunggu teman saya berbelanja tas. Tahu apa yang dikatakannya?

Lo pilih salah satu tas ya, nanti aku ganti (uangnya) pas sampai di Jakarta.

Reaksi saya?

Lo habis dapat gratifikasi yaaaaa!!!!!! @#%!

Hahahaha… okay berlebihan karena tidak percaya bahwa dia akhirnya mau membelikan tas. Syukurlah bukan karena gratifikasi, tapi sebenarnya dia sudah menabung untuk membelikan saya tas yang saya idamkan *yang kemudian saya tolak dengan diakhiri: mending buat tabungan anak-anak saja*.

Sebenarnya selain demi masa depan, penting tidak untuk mengetahui keadaan finasial suami masing-masing?

Pernah mendengar kasus seorang artis yang ditangkap karena kasus Tindak Pidana Pencucian Uang dan pada saat penyidikan mengaku dia mendapat uang jajan setiap bulan Rp100juta per bulan dari suaminya dan tidak tahu asalnya dari mana., hanya tahu suaminya pengusaha Memangnya tidak deg-degan ya, Jeng, menerima uang sebanyak itu? Apakah tidak terpikir dari mana asal uang itu?

Ladies, ketika terikat dalam pernikahan yang namanya harta bersama kecuali diperjanjikan lain adalah harta yang diperoleh setelah pernikahan. Jadi penting kan kita tahu dari mana asalnya.

Cerita lain adalah seorang kenalan bragging di depan saya bahwa dirinya tidak pernah menyusahkan suaminya secara finansial. Ternyata beberapa minggu ketahuan bahwa suami orang dimaksud meminjam kepada Mr. Right untuk modal kebutuhan kerja istrinya. Sepertinya tanpa sepengetahuan sang istri. Beberapa kali saya melihat yang bersangkutan pamer wisata, kuliner, mobil baru, rumah baru, padahal semua entah lah hasil dari mana. Baru ketahuan ternyata demi menyenangkan istrinya, suaminya ber-patgulipat, atraksi gali lubang tutup lubang. Tetap sang istri tidak tahu.

Jadi kalau begini enak gak sih kalau suami selalu bilang kalau dia selalu punya uang?

Mungkin ini sepertinya menyedihkan, meskipun keuangan harusnya menjadi tanggung jawab suami, kita sebagai istri adalah Menteri Keuangannya. Kalau melihat kasus di atas, kok rasanya sedih ya kalau kita sampai “dibohongi” meski untuk kebaikan pun. Apalagi kalau ternyata kita lepas kendali tidak bisa mengerem keinginan lalu tiba-tiba muncul debt collector di depan rumah.

Saya pun suka menyalahkan ย Mr. Right yang menolak pembuatan pre-nup agreement sehingga saya selalu wanti-wanti bahwa harta kami harta bersama hutang kami hutang bersama, dan saya tidak akan segan berantem kalau Mr. Right membuat pengeluaran atau investasi di luar sepengetahuan saya.

Serem kan kalau tiba-tiba kita terjerat hutang piutang tanpa sepengetahuan kita sendiri.

Jangan marah kalau suami kita terlalu jujur memberitahuย keadaan ekonominya, karena mereka adalah orang baik yang tidak menjerumuskan istrinya.

Bagaimana dengan kalian?

Bisous ๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹

Advertisements

2 comments

  1. suamiku juga gak suka boong soal duit mba.. ada bilang ada, gak ada bilang gak ada. dulu pernah, krn penasaran beneran gak sih, trus aku periksa dompetnya, eh beneraan :)) *Istri gak berbudi*

    Like

    1. Lebih enak kan lega, pak suami ternyata jujur kan ๐Ÿ˜

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: