Tentang Rumput Tetangga

Rumput tetangga selalu lebih hijau dibanding rumput di halaman sendiri.

Pasti sudah sering dong, dengar pepatah itu? Kalau mau dipikir-pikir ya, ada benarnya juga. Kita memang lebih mudah iri sama apa yang kita lihat dari luar. Padahal mungkin di dalamnya kondisi itu nggak sesempurna apa yang kita lihat. Ya nggak sih?

relationship

Bicara tentang pernikahan, pepatah ini pas banget.Mari kita akui bersama, bahwa  kita sering ngebatin “Kok enak banget sih pernikahannya?”, kalau lihat socmed seseorang? *ngacuuung*

Kemudian jadi ingat blogpost tentang relationship goals :’)

Ya, kadang kita iri melihat teman yang upload jalan-jalan  terus sama keluarganya. Foto keluarga bahagia di lokasi-lokasi ciamik mulai dari Bali sampai Maldives. Duh, siapa yang nggak iri?

Kadang juga sirik sama teman yang foto gadget terbaru dengan caption “Saat pak suami menyogok istri ngambek”. Duuuh, mau dong ngambek sama suaminya biar dapet gadget baru!

Atau teman yang bercerita sang suami rajin membelikan designer bags saat ia pergi ke luar negeri, memberikan budget khusus untuk istrinya beli make up sampai sekadar memiliki jadwal kencan rutin untuk menjaga api cinta.

Siapa sih yang nggak kepengin kehidupan pernikahannya bak film Hollywood? Siapa sih yang nggak kepengin memiliki suami ideal bak Adam Sandler di 50 First Date yang wajib membuat Drew Barrymoore jatuh cinta setiap hari karena sang istri menderita penyakit ingatan? Pasti pengin laaah!

Tapi coba kita renungi lagi…

Siapa tau sang suami yang rajin ajak jalan-jalan ke luar negeri itu ternyata sagat egois saat bercinta? Ehm.

Siapa tau suami yang nyogok istri pake gadget itu melakukan hal tersebut karena melakukan kesalahan fatal dalam pernikahannya?

Siapa tau suami yang rajin beliin designer bags buat istrinya itu ternyata kerap melakukan kekerasan terhadap sang istri?

Siapa tau suami yang memberikan budget khusus untuk sang istri itu super posesif nggak memperbolehkan istrinya jalan-jalan ke manapun sehingga semua kebutuhannya dipenuhi?

Kita nggak pernah tau kehidupan orang lain.

Seperti orang lain juga nggak tau kehidupan kita.

Orang lain nggak perlu tau kan kalau suami kita yang belum ajak kita ke Maldives karena pengin nabung buat pergi haji?

Orang lain juga mungkin nggak tau kalau suami yang nggak pernah mengingat hari ulang tahun kita, diam-diam menabung untuk membelikan rumah idaman?

Atau, siapa juga yang harus  tau kalau suami kita yang serba irit tapi rela memanjakan kita saat sesi bercinta tiba?

Ujungnya sih, kehidupan pernikahan semua orang menurut saya tak ada yang sempurna. Bagaimana menurut Anda?

perfect-people-arent-real-and-real-people-arent-perfect-quote-1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: